Pembelaan Rebecca atas Tuduhan Penembakan Razan al-Najjar



Berita penembakan Razan al-Najjar yang menyebabkan kematian tenaga medis sukarela di perbatasan Gaza tersebut sampai sekarang masih hangat diperbincangkan. Seluruh dunia seolah memberikan simpati kepada Razan al-Najjar yang tewas di tengah menjalankan tugas mulianya.

Namun, baru-baru ini muncul video klarifikasi dari Rebecca yang dituduh sebagai penembak Razan al-Najjar. Foto Rebecca telah banyak beredar di media sosial dan statusnya sebagai pembunuh membuat Rebecca merasa perlu membela dirinya.

Rebecca mengaku telah dinon-aktifkan selama 2,5 tahun dari Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan dirinya bukanlah penembak jitu. Lewat sebuah video, Rebecca mengungkapkan bahwa ia sama sekali tidak terlibat dalam penembakan Razan al-Najjar.

Kasus ini kemudian menjadi beban mental tersendiri bagi Rebecca yang mengaku mendapat banyak ancaman. Rebecca mengaku dirinya, teman, keluarga, dan semua orang yang ada di sekitarnya juga ikut merasakan dampak akibat tuduhan yang diarahkan kepada dirinya.

Video klarifikasi Rebecca tentu menjadi angin baru dalam kasus penembakan Razan al-Najjar. Kematian tenaga medis berparas cantik berusia 21 tahun tersebut telah menarik perhatian seluruh dunia. Begitu juga dengan tuduhan yang diarahkan kepada Rebecca sebagai pelaku penembakan.

Hingga saat ini, masih belum ada bukti kuat mengenai pelaku penembakan. Rebecca lewat videonya mengatakan bahwa sulit baginya untuk menerima semua ancaman akibat tuduhan yang salah terhadap dirinya. Entah siapa yang benar, sampai sekarang kabar ini masih menjadi perbincangan hangat warganet.



Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.