3 Gaya Pola Asuh yang Bisa Dipilih oleh Orang Tua



Ketika telah berkeluarga dan memiliki anak maka prioritas Anda akan tertuju padanya. Banyak hal harus dipersiapkan untuk bisa memberikan pola asuh terbaik dan cocok untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Jika pun Anda belum mengikuti parenting school, berikut penjelasan dari gaya pola asuh yang bisa dipilih.

1.    Pola Asuh Otoriter

Pola asuh otoriter yang dilakukan dengan pola yang sangat ketat alias disiplin. Anda selaku orang tua akan membuat aturan-aturan yang tujuannya anak akan mengikuti semua aturan itu. Jika anak tidak mengikutinya maka akan ada sanksi yang didapatkan. Anda yang menggunakan pola asuh ini tentunya tidak menciptakan perdebatan atau pun perselisihan dengan anak.

Semuanya dijelaskan dengan baik sehingga anak memahaminya dan akan berusaha untuk memenuhinya. Segala aturan dibuat tentunya untuk kebaikan anak dalam menjalani setiap aktivitasnya. Hanya saja jika Anda menerapkan pola asuh otoriter perlu penyampaian yang baik kepada anak agar tidak menimbulkan praduga yang negatif di benaknya. 

Anak harus memahami bahwa segala peraturan ini untuk dirinya. Anda bisa pula melibatkan anak untuk mengutarakan pendapat setiap kali membuat aturan. Jadi, ada komunikasi dan kesepakatan untuk aturan yang dibuat. Anda yang memilih ilmu parenting school dengan pola asuh ini anak akan memiliki karakter disiplin, tanggung jawab, dan tentunya bijaksana. 

2.    Pola Asuh Demokratis

Gaya pola asuh demokratis merupakan pola asuh yang selalu melibatkan anak untuk setiap hal yang akan dilakukan atau diterapkan padanya. Anak akan diberikan kebebasan untuk mengutarakan pendapatnya sebebas-bebasnya. Dari pendapatnya akan dibuat aturan beserta dengan sanksinya. Hanya saja sanksi yang diberikan tidak begitu tegas. 

Anak diberikan kebebasan yang lebih dari pada pola asuh otoriter. Pola asuh ini membuat anak bisa melakukan apa saja yang diinginkannya. Memang pola asuh ini yang kerap digunakan, tidak masalah jika diiringi dengan pemantauan yang cermat dari orang tua. Jika tidak maka Anda akan mendapatkan dampak buruk dari pola asuh ini karena kurangnya ketegasan pada anak. 

Pola asuh ini akan menciptakan anak-anak yang mudah bersosialisasi dan komunikasinya dengan orang banyak sangat baik. Hanya saja perihal disiplin jika tidak dikontrol anak bisa lalai dan akhirnya terjerumus. Anda bisa mempertimbangkannya dengan baik jika memilih pola asuh ini. 

3.    Pola Asuh Merdeka

Kasih sayang orang tua kepada anak terkadang membuatnya tidak dapat mengontrol diri. Apa pun permintaan anak dipenuhi, anak diberikan kebebasan tanpa batas. Pola asuh ini disebut merdeka sehingga jika Anda tidak mengendalikannya dengan baik anak akan memiliki karakter yang manja. 

Orang tua dengan pola asuh ini tidak menerapkan sanksi apa pun jika anak melakukan sesuatu yang tidak baik atau kesalahan. Anak selalu dimaafkan sehingga menciptakan karakter yang tidak bertanggung jawab. Anda harus mendampingi anak di setiap saat untuk mengingatkannya jika menggunakan pola asuh ini. 

Apapun pola asuh yang Anda pilih pastikan tidak akan membiarkan anak melewati segalanya semaunya. Anda tetap harus mengingatkan anak tentang batas-batasan yang ada di dalam hidup baik itu norma tata kerama atau pun agama. Tips dari parenting school akan memberikan Anda langkah-langkah untuk mendidik anak dengan baik.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.