Dari Kunjungan Sandiaga Uno ke Pondok Pesantren Ploso

Sandiaga Uno saat ini tengah disibukkan oleh berbagai aktivitas kampanye sehubungan dengan pemilihan umum presiden dan wakil presiden tahun 2019 mendatang. Salah satu aktivitas yang ia lakukan adalah berkunjung langsung ke lokasi warga dari berbagai wilayah untuk berinteraksi dengan mereka. Sandi berusaha melakukan pendekatan positif kepada warga.




Baru-baru ini, Sandi mengunjungi pondok pesantren Ploso yang berlokasi di kecamatan Mojo, kabupaten Kediri. Kunjungannya ini dilakukan setelah ia selesai berdiskusi dengan pendukungnya yang berada di kawasan Simpang Lima Gumul. Diungkapkan oleh Sandi bahwa kunjungannya kali ini bukan dengan maksud kampanye melainkan hanya untuk menjalin silaturahmi.

Bertemu Kiai Sepuh

Di pondok pesantren ini, Sandi bertemu secara langsung dengan kiai sepuh Ploso. Ada tiga kiai sepuh yang ditemui oleh Sandi yaitu KH Zanudin Jazuli, KH Nurul Huda Jazuli, dan KH Fuad Jazuli. Ketiga kiai ini masih bersaudara dan menjadi sesepuh di pondok pesantren Ploso. Sandi sempat menghabiskan waktunya berbincang secara pribadi dengan para kiai.

Perbincangan Sandi dengan para kiai dilakukan secara tertutup. Tidak ada media yang diizinkan untuk meliput. Sandi bertemu para kiai bersama dengan timnya. Karena digelar secara tertutup, banyak orang berpikir bahwa pertemuan Sandi dilakukan dengan tujuan berkampanye. 

Murni Silaturahmi

Sandiaga Uno membantah pendapat media bahwa kunjungannya ke pondok pesantren Ploso adalah untuk kepentingan kampanye. Setelah melakukan pertemuan pribadi dengan para kiai, Sandi memberikan keterangan pers. Ia mengungkapkan bahwa kedatangannya tidak untuk tujuan kampanye. Kunjungannya saat itu murni untuk silaturahmi.

Sandi mengungkapkan bahwa pertemuannya dengan para kiai dilakukan untuk silaturahmi sekaligus berdiskusi. Banyak hal yang didiskusikan oleh Sandi bersama para kiai, yang utama adalah berdiskusi mengenai topik kenegaraan. Sandi meminta saran kepada para kiai mengenai bagaimana cara memajukan Indonesia dan memperkuat hubungan bangsa Indonesia.

Perhatian untuk Santri

Sandi memang menegaskan bahwa tidak ada aktivitas kampanye yang ingin dia lakukan di pondok pesantren Ploso. Kunjungannya murni untuk menjaga silaturahmi dan sowan dengan para kiai. Namun, dalam kesempatan itu Sandi sempat mengatakan bahwa ia akan lebih memperhatikan kehidupan santri serta pendidikan untuk para santri.

Tidak hanya berfokus pada ilmu agama, menurut Sandi, pendidikan untuk para santri juga harus berfokus pada berbagai bidang dan utamanya adalah kewirausahaan atau berbisnis. Sandi berharap para santri ke depannya bisa menjadi lebih mandiri dan membawa manfaat yang baik untuk masyarakat luas.

Topik yang dibahas oleh Sandi ini biasa disebut dengan istilah santripreneur. Menurut Sandi, Santripreneur adalah sebuah hal wajib untuk diterapkan oleh para santri. Santri tidak hanya wajib untuk menuntut ilmu agama dan fokus beribadah. Santri juga wajib mengembangkan dirinya untuk bisa hidup mandiri dan bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.

Sandi juga mengungkapkan bahwa, jika santri dibiasakan untuk hidup mandiri dengan berwirausaha maka akan ada manfaat yang dirasakan oleh pihak pondok pesantren. Pondok pesantren tentu juga akan mendapatkan keuntungan dan manfaat baik dari kemandirian para santri. Jadi, Sandi berharap ke depannya santripreneur benar-benar dimaksimalkan.

Sandiaga Uno maju ke ajang pemilihan umum presiden dan wakil presiden 2019 bersama Prabowo sebagai calon presiden. Sandi meninggalkan kursinya sebagai wakil gubernur Jakarta berdampingan dengan Anies Baswedan. Kini, Sandi tengah sibuk untuk mempersiapkan diri menghadapi pemilihan umum melawan pasangan Jokowi dan Ma’ruf Amin.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.